Softly & Slowly

A fast-mover who successfully do her things slowly!

Learn From Failure – II

Membahas lebih lanjut tentang apa yang gw learn, maka gw akan mulai dengan bercerita tentang temen-temen gw. Sebelumnya, gw sempet lama berpikir, apa pake nama samaran apa ga ya? Akhirnya gw memutuskan untuk pake nama asli. Kalo ada keberatan, biar dibales yang bersangkutan secara japri sama gw :):

Lingling: Sebenernya Lingling adalah temen yang fair, paling ga selama tahun pertama gw mengenalnya. Sebagai anak tionghoa yang dibesarkan di Alor –suatu pulau nun di timur Indonesia, Lingling kelihatan sangat PD dan bebas berkomentar mengenai apapun dan siapapun! Kelebihan ini termasuk kekurangannya juga karena setelah satu tahun bersahabat gw mulai ngerasa ga enak hati atas komentar-komentar-nya: contoh: gw sedang susah-susah belajar Inter, Cost, terus dia dengan enaknya ngomong gini “ngapain belajar, inter mah gampang!”. Kalo cuma sekali dua mendingan, ini setiap kali gw terpergok belajar (pelajaran apa aja!), pasti kalimat yang sama akan diulang-ulangi.

Waktu naik ke tingkat 3, perbedaan pendapat diantara kami berdua sudah sangat-sangat runcing, yang menyebabkan gw sering cuek aja kalo ditegor, dan membalas kata-kata pedas-nya dengan kalimat yang lebih pedas lagi. Parah bangetttt….terutama setelah ada orang-orang lain di angkatan kami yang mengompor-ngompori (kompor gas aristonnn kali!).
Gw belajar sendiri akhirnya, bahwa membalas dengan kata-kata yang pedas tidak akan membuat situasi lebih baik. Akhirnya, entah kapan, sebelum graduation day, kami berbaikan.

Irma: Gw dan Irma ulang tahun di tanggal yang sama. Persahabatan gw dan Irma pernah rusak gara-gara kompor gas ariston juga? Maksudnya? Begini:suatu hari, ayah-nya Irma menderita sakit dan diopname di RSA. Karena sohib, maka kita ikut-ikut ngebesuk sama Irma, dan terakhir, ketika akhirnya ayah-nya Irma beristirahat sementara, beberapa dari kami anggota Girl’s Club nekad meminjam uang klub untuk menengok Irma di Solo dan menyampaikan belasungkawa.

Sepulangnya kembali di kampus, kelihatannya semua biasa-biasa aja, hingga suatu hari gw menemukan Irma ga secerah biasanya kalo ketemu dengan gw. Biasa-nya dia hobi banget ngeledek, ngajak gw ke kamar-nya ato ngajak makan bareng….mendadak berubah aja….
Setelah beberapa lama, gw baru tau bahwa dia ngedenger gosip-gosip bahwa gw menggelapkan (ini istilah yang sama dengan yang gosip yang tersebar) uang Girl’s Club yang dipinjem untuk biaya perjalanan ke Solo. Lho? Darimana asalnya kesalahpahaman itu? Sampe sekarang gw ga tau.

Gw kemudian memilih untuk belajar bahwa sembarangan mempercayai gosip berakibat sangat buruk. Buktinya persahabatan gw dan Irma putus begitu aja gara-gara gosip tersebut.
Setiap kali gw lewat di depan segerombolan anak-anak yang sekarang menjadi teman baru Irma, mereka kasak-kusuk dan melontarkan pandangan melecehkan yang berlebihan. Banyak sekali kata-kata mereka yang menyakitkan kuping yang sampe sama gw: gw dah ga punya tempat berpijak-lah, gw ga pernah disukai oleh siapapun-lah, gw ga pernah punya temen deket-lah, gw menggelapkan uang MPP juga-lah….

Waktu-lah yang akhirnya menyembuhkan luka-luka hati. Waktu entah kapan gw ketemu Irma sebelum graduation (dan bahkan waktu graduation), Irma sampe nangis-nangis, minta maaf, dan menyatakan bahwa after all gw-lah temen yang bener-bener baik. (Gw ga tau persis apa yang terjadi, keliatan-nya ada friksi antara Irma dan geng baru-nya).

Well, I got a precious lesson learned.

2 Comments»

  Lingling wrote @

Lu di komporin siapa Nie? He..he .. Honestly gw never know whats wrong with our relationship. Only that you will rather avoiding me then return to our room or talk to me. Debbie tell me that you think gw suka ngoblokin orang. Well you know some of the people we meet is not exactly stellar but i never think of you that way. This maybe too late but sorry if you get turn off by that. I always consider you, Debbie and Mei Ling as my best friends at all time till now.

  cekeysh wrote @

Hey its good that at last you read this posting! I wrote that many years ago while I was alone at home while others (madie, ithenk, debby) gone to their office (cuma gw yang belon dapet kerja waktu itu..hiks…nulisnya di buku pula ya bukan di blog)

I so forgot siapa-siapa kompor gas ariston itu….hahaha…but I learnt a lot those time…..beneran Ling…

I do hold my tongue ~~since I know it is so hardly sharp when make comments~~ particularly in front of people that I don’t really know. Something common could be particular, and something particular be special when it goes to people’s feeling that we unable to control.

I also do select friends. Maksutnya, those kompor type is out of my list. I learned that many korslet things happened because of gossip en gossip. Now, I don’t have to trust everything I hear…eheheheh… kemajuan kan?

So, please don’t feel bad. I love when people in my writing pop up to real life with an acceptance… (hehehe…ada orang yang ga bisa nerima dan protes ga nyenengin, I’ll share about that with you later)

Thanks for your comment!


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: