Softly & Slowly

A fast-mover who successfully do her things slowly!

Learn From Failure -I

7 Feb 1994

Gw banyak belajar dari semester kemaren soal hubungan antar manusia. Selain dari masalah dengan dosen kecemete yang sok dan omongannya yang bikin njlimet masalah, ada juga masalah dengan monitor lt.1 yang selalu ngeremehin dan ga koperatif setiap kali gw atau staf gw (apa gw dah cerita kalo gw pemimpin redaksi majalah kampus?) pulang kemaleman sehabis nyari berita, rapat atau nge-lay out (jaman taun begini, nge-lay out butuh kesabaran ekstra, ga gampang kaya sekarang).

Belum lagi dengan dosen yang udah jelas sentimen sama gw, karena tanpa periksa-periksa ngasih gw nilai F (bener-bener dilakuin ancemannya)…dan harus gw kejer-kejer dan pake back-up dosen lain supaya beliau meninjau ulang nilai yang dia kasih itu.

Gw pikir-pikir hidup gw yang begini busy, kuliah, kerja, plus seabrek kegiatan ekstra, dan menghadapi begitu banyak orang-orang yang tidak pandang-pandang gimana perasaan orang lain, I do learn a lot. To tell you how busy I was, inilah salah satu dari beberapa yang gw lakukan: Ketua PA, Head of Editor majalah kampus, tim bahan English Quiz Contest, seksi konsumsi MPP (ini kerjaan yang paling banyak menuai protes…apa aja makanan yang kita bikin, pasti ada yang ga suka), seksi dekorasi Girls Club (ngedekor ampe pagi, abis itu harus ngeganti hiasan pinjeman yang ilang dengan duit sendiri!), pemimpin diskusi SS, kerja labor jadi korektor matematika, kerja sideline ngajar piano untuk 4 orang murid di Bandung, plus belajar untuk tujuh mata kuliah berkredit 3 yang gw ambil!

Dan semester ini gw belajar habis-habisan, karena semester lalu GPA gw semester lalu cuma 2.92…karena dosen sentimen hanya ngasih gw C pas untuk semua mata kuliah yang gw ambil dari dia (ada 2 sekaligus, bayangin) looohhh! Kerja keras gw memang lumayan terbayar, karena gw bisa tetep mempertahankan GPA diatas 3 (en menang tarohan ama Chris yang ternyata GPA cuma 2.33 ~berani juga dia ngajak tarohan)

Gw really really belajar banyak untuk memahami sudut pandang orang lain, mencoba menyamakan visi, dan sometimes fight for my right (minta uang les sama ortu murid gw yang udah dua bulan ga bayar:))! Gw juga belajar bahwa hubungan yang baik memang harus dipelihara terus, sedangkan hubungan yang buruk juga jangan diperburuk.

Daripada tambah bingung, mari….goes to the second chapter!

No comments yet»

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: