Softly & Slowly

A fast-mover who successfully do her things slowly!

Given Such A Hard Time

20 Mar 1994

Pernah punya dosen ngeselin? Gw rasa setiap orang pasti pernah punya.
Suatu hari dosen ini, yang sebenernya baru kerja setaun dua ngajar di kampus kita, menerapkan peraturan bahwa semua mahasiswa yang masuk ke kelasnya harus pake dasi. Dengan alasan: bahwa semua mahasiswa jurusan bisnis adalah calon manager yang harus terbiasa berbusana rapi dan berdasi. Yaa, kalo cowo-cowo, masuk akal. Tapi, kalo cewe? Dimana ada cewe berdasi ke kantor? Walopun di majalah vogue sampulnya cindy crawford berdasi, ga bakalan ada cewe gelo yang meniru kecuali mo pergi ke klab malam ato ke pesta topeng!

Begitulah maksanya beliau ini. Dalam salah satu topik yang beliau bawakan di acara Chapel, dia mengaku sudah bikin survey dengan salah satu hasil: orang yang keriting rambutnya lebih pinter daripada orang yang lurus rambutnya. (waktu dulu gw ga tau bahwa survey-nya ini banyak sekali titik lemahnya, salah satu-nya adalah jumlah orang yang diteliti tidak signifikan). Dalam topik lain dia bilang bahwa perempuan tidak boleh memakai baju laki-laki, yang dalam kriteria-nya berupa celana panjang/jeans. (sekali lagi gw dulu ga bisa memberikan argument yang berlawanan, kalo sekarang dia bilang gitu gw akan langsung bilang: Yesus juga ga pake celana panjang!).

Tapi mungkin ketidaksetujuan gw terhadap sikap-sikap otoriter-nya sudah kentara walaupun gw samasekali ga mengungkapkan argumentasi apa-apa. Salah satu bukti adalah: suatu hari gw terlambat masuk kelas karena dasi gw yang dipinjem sama Ros dia lupa pulangin, jadi gw nyari-nyari dia dulu! Begitu gw masuk, terus dosen ini bilang dengan muka mendongak dari celah kacamatanya ngeliat gw –ngapain kamu disini? Nama kamu tidak ada di kelas ini!

Haaa? Yang bener aja, orang gw udah dua kali ujian, belon terhitung quiz-quiz dan tugas-tugas…dia bilang nama gw ga tercatat? Gw keluarin KRS gw yang udah dicap Registrar dan gw bawa kemana-mana, beliau cuma melirik dan bilang dengan ketus –Ga perlu, kamu urus aja? Gw ga ngerti, dan nanya, maksud bapak urus apa? Tambah ketus dia bilang –urus aja! Kamu nanti saya kasih nilai F! Jelas gw sebel…gw kejar lagi, ujian saya ga jelek, kenapa saya harus dapet nilai F, itu ga fair Pak! Maka diulangnya lagi kalimat basi –pokoknya kamu urus itu, ditambah dia bilang gini –saya sudah perhatikan kamu tidak pernah mencatat, tidak pernah memperhatikan kalau pelajaran saya, kamu selalu main-main. Lho? Tadi katanya nama gw ga ada, sekarang dia perhatiin gw main-main terus…..pernyataan-nya sendiri aja bertolak belakang, nyadar ga sih dia?

Jengkel banget gw digituin didepan kelas, ada kali 15 menit debat kusir. Selesai kelas masih gw kejar dia ke kantornya, terus gw tanya –ini saya mau urus Pak? Apanya yang harus diurus? Terus beliau membuka buku absen dan buku nilai sambil menggerutu –drop aja, nama kamu ga ada di sini! Begitu dia buka bukunya gw langsung nyari nama gw, dan ketemu. Sambil nunjuk gw bilang –ini nama saya Pak, ada kok…itu tercatat absen dan nilai-nilai saya!Ekspresi beliau ga berubah, trus diem agak lamaan, dia bilang – Ya sudah, lain kali jangan terlambat lagi! Whattt?? Kalo dia emang mau give me such hard time, kenapa gw ga disuruh push-up aja, mendingan kalee?

No comments yet»

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: