Softly & Slowly

A fast-mover who successfully do her things slowly!

UNAI (Universitas Advent Indonesia) 1991-1994

What I remember most?

Dengan alasan tertentu, disini gw ga akan menyebut nama.

1. Dosen yang nyuruh semua students, cewe dan cowo pake dasi ke kelas. Ga penting! In matter of fact, I did not even learn a single necessary knowledge from him.  Cukup menghafal manual, maka gw lolos!  Sayangnya, selain kurang pintar, dosen ini juga emosional.  Bisa-bisanya dia mencari cara untuk menjatuhkan gw, hanya sekedar melampiaskan egonya.  Kenapa sih orang suka gitu ya? Respect is not something you could force. Kalo pengen dihormati, bertindaklah wajar dan sopan.  Ga ada cara memperoleh respek seseorang dengan cara memaksa!

2. Dosen yang ngomporin bahwa mahasiswanya akan menjadi manager bergaji sekian-sekian jeti.  Boooo…that might be true.  Tapi that build a spoiled generation.  Generasi gw waktu Alumni Home Coming sempet ribet karena beberapa orang yang merasa ‘minder’, kurang kaya, engga mau ikutan Home Coming aka engga mau iuran.  Somewhat mereka-mereka merasa minder karena kurang kaya.  Apakah kesuksesan hanya mempunyai satu indikator? Hanya kaya? Sehingga alumni berlomba beli mobil bagus saat reuni untuk pamer?  Btw, minder dengan sombong cuma beti. Beda tipis.  Begitu ada duitnya, orang-orang minder berubah menjadi sok. Cape deh.

3. Morning worship.  Bangun pagi di rumah gw aja males. Apalagi bangun pagi di tempat yang dingin banget.  Morning worship absolutely a siksa!

4. Spoiled children.  Sayangnya anak-anak yang sebenernya otaknya seiprit, punya babe kaya banget, sehingga mereka jadi celebrities lokal.  Gw sangat-sangat tersinggung dengan jenis-jenis manusia ini, terutama seseorang yang dengan nyelekit bilang gini: “bisa ga jangan Annie yang bacain soalnya, inggrisnya agak kurang!”  ini berkaitan dengan posisi gw ngebacain soal pas english contest.  Gw merasa ga ada yang salah dengan bahasa inggris gw, sampe sekarang ga ada masalah…justru orang yang merasa ada yang salah yang aneh.  Cumaaaa…karena orang-orang pada segen dengan mulutnya yang bawel, they just follow the wrong instruction.  Gubrag.

No comments yet»

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: