Bukan Benar-Benar Cinta

20 Mar 1987
Gue bener-bener sebel. Malah sampe taraf benci. Benci tulen, murni, asli, ditanggung halal, 24 karat, bukan blasteran, ga ada campuran kimia, tanpa pengawet, ga bisa ditawar, harga mati, ga boleh kurang, pas, eh…eh…eh….sungguh, artinya benci yang bukan bener-bener cinta.

Begini, ibu guru yang satu ini emang unik. Selain karena kalau jam pelajaran beliau kita lebih sering mencatat dari papan tulis, lainnya lagi adalah karena pada jam pelajaran beliau kita mendapatkan kebebasan penuh, dengan kata lain, jam kosong. Beberapa kali guru piket menyuruh kita lari ke jalanan mencegat ibu guru yang mau berangkat shopping ke Yogya Dept Store (dulu belum ada SMS), padahal kita sedang menunggu di kelas.

Tapi, kalau jika karena kelalaiannya itu maka kita sekelas jadi mendapatkan dua macem ulangan, ulangan tulisan dan ulangan lisan….jelas ga bisa diterima lah. Dikira gampang kali ulangan lisan. Apalagi kalo dalam kasus gw, yang mendapatkan nilai sepuluh…sepuluh saudara-saudara…ternyata ulangan lisannya harus dua kali. Peraturan dari mana?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s