Softly & Slowly

A fast-mover who successfully do her things slowly!

Ga Perlu Dihibur

30 Mei 1988
Sebenernya (jujur) gw benci sama upacara bendera. Ngapain sih berdiri-berdiri satu jam (kadang lebih), untuk serangkaian acara yang tidak semuanya menarik? Contohnya: pembacaan UUD45, pembacaan pancasila, pidato dari kep-sek, menyanyikan lagu himne guru, dan lagu wajib lainnya. Kalo gw bisa milih, gw akan batasi upacara bendera (sesuai dengan namanya) hanya untuk mengibarkan bendera aja. Argumentasinya gini: pengibaran bendera itu baris-berbaris dan formasinya bisa dibikin macem-macem, menarik dan artistik. Kalo pembacaan UUD 45? Udah standar, mo diapain lagi?

Hari ini pagi-pagi jam 7, tiba-tiba upacara bendera. Biasanya, upacara bendera dijadwal, tapi hari ini mendadak. Sebagian besar murid-murid kelabakan karena ngga bawa topi, ga bawa dasi, yang merupakan perlengkapan standar upacara bendera. Gw juga ga bawa! Malu-maluin. Secara, gw termasuk Paskibra.

Gw lari ke sekretariat, dan disana udah ngumpul Gilang, Noey, Ndut, Indri, Elita, Pipin, Emil, Yadi, yang semuanya mukanya menunjukkan ekspresi sama dan tangan-tangannya menggeratak laci, lemari, meja dengan gerakan serupa. Semuanya kelabakan. Selain dari harus berpakaian lengkap, juga harus ngeluarin semua perlengkapan upacara, termasuk bendera, mike, speaker, kabel-kabel, de el el. Kalo pun ada dasi ato topi inventaris, udah pasti gw ga kebagian.

Deni, ketua angkatan, diantara semua kekacauan tiba-tiba ngangkat mukenye dari tumpukan map dan nunjuk. “Ni, nih lo kebagian jadi ajudan kep-sek. Bawa map naskah Pancasila!”. Kalopun gw gelagapan pasti ga ada yang tau bedanya dan ga ada yang sempet merasa perlu memberikan bantuan moril dan materiil. “Gilang aja deh” gw mencoba nawar. “Gilang bacain UUD 45” “Pipin aja deh, gimana?” Sementara Pipin dengan gagah berani memasang topi dan dasi. Bukan pada seragamnya sendiri. Melainkan di seragam gw. Dua menit setelah itu, sekretariat udah hampir kosong. Busettttt…..Paskibra sih paskibra, tapi cuci tangan sembunyi batu tetteup.

Dua puluh menit setelah pengibaran bendera, gw masih berdiri tenang-tenang. Mejeng dengan sukses! Kep sek dengan cuek-nya melewati bagian pembacaan naskah Pancasila, dan lanjut ke pidato. Setelah pidato, berdoa dan bubar jalan.

Ah, sudahlah, gw ga perlu dihibur!

No comments yet»

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: