Softly & Slowly

A fast-mover who successfully do her things slowly!

Cantik

Saya tidak pernah merasa cantik. Tapi saya ingin merasa cantik. Keinginan untuk cantik itu pernah begitu merajai hati saya sampai otak saya blur. Sekarang pun saya masih terobsesi. Saya tidak bisa keluar rumah tanpa riasan. Minimal alas bedak, bedak tabur, pelembab, dan eyeliner. Itu yang paling minim. Setiap hari saat taksi menjemput saya jam 5.45 pagi, saya sudah selesai menggunakan eyeshadow, lengkap dengan eyeliner dan mascara. Sudah mengenakan blush on dan serangkaian body mist dan parfum. Saya tahu saya setengah obsesif. Tapi tampil cantik merupakan impian saya.

Jika kepercayaan diri ibaratnya sebuah gelas air, maka tampil cantik sudah mengisi gelas tersebut hampir penuh. Ketetesan sedikiit sudah akan membuatnya luber. Itu menurut saya.  Saya tidak memaksa semua orang harus sependapat.

Saya kadang ditertawai oleh suami saya karena pendapat saya ini. Jika saya bercermin atau berfoto lalu saya mengeluh: aduh, jelek banget sih saya, maka dia akan mentertawakan saya “udah umur segini masih rempong soal cantik” Dipikir-pikir benar juga. Apa sih yang bikin saya heboh ga jelas?

That’s when I do this — looking back over my shoulders….

Mami. This footnotes all about mami. Mami tidak pernah memuji saya cantik. Saya pernah mendengar mami memuji ketiga adik perempuan saya dengan sebutan cantik. Saat saya remaja, jika ada orang gereja yang memuji — annie tinggi ya? mami saya hanya termangu, tidak berkomentar, cuek bebek. Kalau ada yang memuji adik saya — lorit cantik ya? mami saya langsung tertawa lepas, dan berkomentar: iya niihhh, nanti repot deh saya terima-terima telepon.

I knew bahkan anak yang paling ugly sekalipun akan kelihatan cakep di mata ibunya. Saya pengecualian. Bahkan di hari pernikahan saya, mami saya yang mendandani saya sendiri, saya tidak menyewa stylist dan salon manapun *memang hasilnya saya engga manglingi, mami saya tetap tidak menganggap hasil karyanya cantik.

Parah ya? Dan itu menusuk hati saya lumayan dalamnya walaupun saya pura-pura cuek. Saya sangat meyakini saya tidak cantik. Kalaupun ada yang menggangap saya cantik pasti matanya baru kena sambar kilat pohon kenari. Blur. Burem. Walaupun bertahun-tahun saya berhasil mempertahankan berat badan yang tidak terlalu berlebihan walaupun tidak langsing bak pragawati mami saya tetap mencela — waktu seumur kamu mami ga segendut ini. Oh hiks. Karenanya di masa remaja, di masa awal dewasa saya tidak suka difoto. Saya pasti menyembunyikan diri jika ada foto rame-rame. Biar keliatan nyempil aja. Sekarang saya baru nyesel karena gada kenangan.

Dan saya sebenarnya sangat bisa menyalahkan mami untuk ketidakcantikan saya. Mami yang selalu memberikan baju menurut versi dia. Bagaimanapun saya mencoba protes, tidak pernah akan didengarkan. Just wear it. Karena saya butuh pakaian, ya saya pakai. Keadaan baru berubah setelah saya punya murid les dan dapat honor mengajar. Saya mulai berbelanja pakaian sesuai dengan selera saya.

Mami yang memotong rambut saya. Mana pernah saya ke salon. Adik-adik saya masih minta uang dan pergi ke salon untuk gunting rambut. Saya mana pernah? Saya selalu percayakan guntingan rambut saya kepada mami. Baru sesudah saya tinggal di Jakarta dan punya gaji bulanan saya pergi ke Johny Andrean. Makeup seperti bedak dan lipstik, pembalut dan body lotion selalu minta punya mami aja. That’s how I can tell everyone I was a good daughter, once.

And that’s how I am now obsessed with beauty. Saya tidak suka jika orang merendahkan saya hanya sekedar karena penampilan saya kurang ok. Pernah? Ya sering. Saya interview di Sudirman area, memasuki area reception aja, sudah luar biasa gayanya sang reception dan office boy. Saya pasti kalah gaya.

That’s why I want to change myself now. I want to rephase my thought. Sudahlah!

No comments yet»

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: