Miss You Dad

I suddenly miss my mom and my dad. We are still in pandemic. This is day 100 something -- I have to check my diary to keep track, as more and more I lose of time. At least, I am glad they are not here in this messy world anymore. Imagine, I have two old... Continue Reading →

Beach Bag

When remembering the beach, I remember my old beach bag. I started to confused myself -- why I bought those bags? Haha. First, I don't go to beach that often. Second, when I really went to beach I carried another bags. *facepalm Back then, when walking in the mall, I saw this bag. The size... Continue Reading →

Day 89

Daaaaaan, hari terus berganti, waktu terus berlalu. PSBB alias lokdont alias karantina alias apapun istilahnya untuk membatasi mobilitas masyarakat sudah diperlonggar. Mal-mal sudah mulai dibuka kembali, dengan pembatasan dan pengawasan ketat. Penggunaan data check in dan check out, dine-in terbatas, dan disinfeksi yang bolak-balik dilakukan. Bagus juga sih, saya berharap prosedur yang serupa diimplementasikan juga... Continue Reading →

Prosperous

Pertanyaan mengenai siapakah yang saya rasa atau lihat, paling prosperous di lingkungan saya menyeret saya kepada postingan ini. Jawabannya: tidak ada. Parah. Walaupun prosperity itu bukan hanya berhubungan dengan keuangan atau finansial, tetapi juga dengan kebahagiaan dan stabilitas moral, saya menyadari sudah beberapa waktu yang lalu saya berhenti "ngiri" kepada orang lain. Dulu, waktu kecil,... Continue Reading →

Hari Ke 70

Ini udah day ke berapa ya? Oh, ke 70, in 6 days ahead we reach what Wuhan reached. Orang-orang udah ngomongin New Normal -- ada protokol protokol yang baru harus dipatuhi kalau berada di area publik. Gw nonton paling engga dua video dari Paragon dan Siam Square yang menggambarkan check in-check out pake QR code,... Continue Reading →

After the day-60

It is passed the 60-days of stay at home, or a lockdown, or large scale limitation or restriction or whatever names given to this situation when we are now can't go anywhere, no school open, no office open, no malls open, nothing as things are put in restriction with a hope that the virus spread... Continue Reading →

Day 35

Ini hari ke 35 dalam mengurung diri aka isolasi mandiri aka karantina mandiri aka pssb (pembatasan sosial skala besar) aka lockdown, apalah. Kantor masih diperpanjang WFH nya, kuliah sudah jelas sampai akhir semester online, dan gereja masih tutup sampai entah kapan. Jumlah kasus baru masih bertambah, walaupun jumlah penderita yang sembuh meningkat. Orang-orang mengeluh mau... Continue Reading →

Create a free website or blog at WordPress.com.

Up ↑