Softly & Slowly

A fast-mover who successfully do her things slowly!

Buah Lokal? Sayaaaaaa!

Ini pengalaman saya jalan-jalan ke negeri orang. Saya pergi berkunjung ke sebuah kuil yang terkenal. Begitu memasuki kawasan yang berhiaskan dupa mata saya langsung terjerat oleh rimbunnya buah jeruk kecil seukuran telur burung yang tumbuh dari beberapa pohon di kawasan itu. Saya tengok kanan dan kiri, semua orang lewat lewat saja. Tidak ada yang menyentuh si jeruk. Saya sampai ragu sendiri, apa jangan-jangan ini jeruk berbeda dengan jeruk yang sering saya temui di supermarket di Jakarta ya? Jangan-jangan yang ini asem? Saya nekad mengutil sebuah, membuka dan me-lep-nya dengan sekali gerak. Eh manis. Tapi kenapa tidak ada yang berminat mengambil ya. Saya sih kepingin bawa kresek dan memetik sebanyak-banyaknya. Sayangnya saya kuatir malu juga, takut disangka kampungan. Tidak apa sekedar dianggap kampungan, kalau sampai dilaporkan ke polisi kan celaka juga.

Jadi kemudian setiap kali saya jalan-jalan saya jadi punya kebiasaan berburu buah di pasar setempat. Berburu buah lebih menyenangkan ketimbang berburu camilan. Untuk saya buah dalam bentuk dan rupa bagaimanapun masih edible — ketimbang camilan yang tiba-tiba berbentuk serangga goreng? Buah paling langka yang saya pernah coba di suatu negara tetangga adalah srikaya. Untungnya saya pernah mengenal buah ini dari masa kecil, karena di Jakarta sudah susah ketemu sang srikaya. Srikaya yang saya temui itu berukuran dua kepalan tangan disatukan dan daging buahnya manis legit. Buah paling ajaib buat saya adalah pear sebesar melon yang dipajang di kuil-kuil Cina sebagai sesajen dan kalo dimakan rasanya tawar seperti bengkuang direndam air.

Membanding-bandingkan rasa buah setempat dengan buah yang biasa saya konsumsi di Jakarta menjadi pengalaman yang tidak tergantikan dengan puluhan foto-foto di landmark setempat. Mata saya mulai terlatih dan lidah saya mulai bisa membedakan keunggulan berbagai varietas. Durian Sumatera umpamanya, kedashyatan rasanya tidak ada yang bisa menandingi. Kalau bikin polling durian sedunia, jelas saya vote si durian Sumatera. Pisang ambon, pisang barangan, pisang tanduk, pisang kepok, mulai dimakan segar sampai jadi kolak, jadi pisgor, jadi kripik, jadi sale semua rasanya yahud. Salak pondoh, salak Bali, salak Sidempuan, wuaaah nothing compares.

Jadi walaupun saya gemar mencoba-coba segala macam buah dari berbagai belahan dunia, untuk saya buah lokal Indonesia masih juara. Apalagi setelah saya berkenalan dengan jambu biji tanpa biji alias guava crystal produknya http://www.sunpride.co.id. Namanya aja jambu biji, kalau sampai ketemu yang tidak berbiji rasanya gimanaaa gitu. Guava crystal tinggal dibelah dan disantap. Walaupun kulitnya terasa masih agak keras, belum lunak benar, tapi sudah bersahabat untuk dikunyah tanpa rasa sepet atau pahit akibat getah. Kalaupun ketemu biji jambu, sedikit sekali, paling sebutir dua butir yang tidak mengganggu. Dengan tingkat kematangan yang pas, semua buah bisa dikonsumsi tanpa ada bagian yang terbuang. Dimakan saat lapar, lumayan mengenyangkan karena ukurannya tidak kecil. Dimakan setelah agak kenyang sebagai bagian makanan penutup, sangat cocok karena manisnya alami. Dimakan sebagai camilan sehat jauh lebih baik daripada stress dengan jajanan yang berminyak atau mengandung MSG tinggi. Dikonsumsi sebelum berolahraga tidak membebani lambung, dikonsumsi setelah berolahraga mengembalikan energi yang hilang.

Untuk saya, kalau disebut buah lokal maka meniru sebuah tagline stasiun musik saya akan bilang — gue banget, atau meniru sebuah slogan pariwisata — buah lokal adalah saya yang sebenar-benarnya, atau yang paling mudah saya akan berseru sambil melonjak dan mengacungkan tangan tinggi-tinggi. Sayaaaaa!

1 Comment»

  bundashidqi lia wrote @

saya juga suka jambu ini enak buat rujakan🙂


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: