Softly & Slowly

A fast-mover who successfully do her things slowly!

Annie M or Lyn CK – the real me

Blog ini sudah mulai berdenyut sejak bulan Maret 2007.  By March 2013, sudah berusia 6 tahun. Tidak terasa.

Saya pertama kali membuka blog ini karena kurang kerjaan di kantor. Cari inpirasi sana sini, klik sana sini, browse sana sini berujung kepada mendaftar kepada wordpress sebagai blogger.  Setelah saya buka saya lalu bingung sendiri, perlu waktu untuk berpikir hingga menemukan apa yang saya ingin tuliskan.

Saya tumbuh sebagai remaja yang suka menulis diari. Detil dari keseharian saya, di sekolah atau di lingkungan pergaulan yang lain saya tuliskan dalam diari. Setahun sekali saya baca ulang dan review *ehm*, mencoba menggali sebanyak apa achievement yang sudah saya dapatkan dan perasaan apa yang paling mendominasi. Percaya tidak percaya, saya tidak pernah menulis mengenai sosok cowok yang saya sukai dalam diary. Mungkin kuatir terbaca orang lain dan membongkar rahasia.  Hahaha, but when I looked back with faded memory, kelihatannya memang tidak ada yang luar biasa menarik.

Kebiasaan menulis diary masih saya lakukan hingga saya menikah. Trending topic di diary saya adalah, pengalaman mencari kerja yang susahnya minta ampun *again, when I looked back, it doesn’t seem so hard as I kept getting interview invitation during those no-job period, and eventually the period is short, 3 months is the most*, kekesalan atas sikap mami yang selalu semena-mena *saya terlambat menyadari bahwa perasaan annoyed saya sudah menjadi pattern dalam hidup, bukannya pasrah menerima, saya malah memberontak dan melawan -eits, penjajahan apaah- berharap mami berubah sesuai harapan saya*, dan perasaan tertekan lain-lainnya atas sikap rekan kerja, sikap boss, sikap orang di jalanan yang bahkan tak kenal pun, pedagang sayur dan buah *lebay* dan lainnya.

Saya mendapati saya sensitif. Saya perduli benar dengan apa yang orang lain pikirkan tentang saya. Saya kuatirkan pendapat orang lain tentang saya. Saya ingin, walaupun saya tidak sempurna, orang lain menerima saya apa adanya.

Ah, tapi mana ada orang yang sudi demikian?

Karena itulah halaman-halaman diary saya dipenuhi keluh kesah kejengkelan dan perasaan tertekan saya yang tidak bisa saya ungkapkan di permukaan.  Saat saya membacanya kembali saya bercermin, apakah saya memang seorang pengeluh yang tidak suka menerima kenyataan? Ah.

Di satu waktu, saya putuskan untuk tidak lagi menulis diary. Saya lembari diari saya, dan beberapa yang menarik saya posting di blog ini. Selebihnya saya bakar. Apa saja yang berupa keluhan dan kebanggaan atas keberhasilan saya kirim kedalam nyala api. Tidak ada lagi yang tertinggal kecuali apa yang ada di blog ini. Hanya sepenggal, sedikit sekali kenangan dari halaman-halaman diari yang ternyata layak tayang.

Mungkin dimasa depan, saya akan melakukan hal yang sama. Melembari posting-posting ini dan meng-erase yang menurut saya tidak layak.

Saya senang karena kelihatannya traffic blog ini tidak rame. Sepi. Tidak banyak yang membaca posting saya. Hanya satu entry yang terkenal dan dikomentari hingga 500 orang (mungkin juga yang berkontribusi kepada 60,000 visit itu) – Jangan Kawin Dengan Orang Batak.

Posting itu sudah berusia enam tahun, tapi masih menuai komentar. Saya suka komentar yang netral dan menasehati. Saya tidak akan approve komentar berisi kebun binatang yang memaki-maki saya dan mengatai English saya amazingly ugly *astaga!*. Ada batas diantara memberikan pendapat dengan menghina dina.

Okay then. Still move on. Still alive. Still breathing.

No comments yet»

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: