Softly & Slowly

A fast-mover who successfully do her things slowly!

Jangan Kawin Sama Orang Batak

24 Sep 03
Pernah datang ke kawinan orang batak? Pernah? Bagus….! Kalo cuma sebatas pernah datang menghadiri….itu sudah sangat cukup…..jangan sampe terlibat…..…ingat pesan dan peringatan ini baik-baik!

Kawinan adik gw, Fritz, berlangsung dengan mulus sejak jam 5 pagi sampe jam 12 siang. Itu adalah waktu sejak penganten didandanin sampe selesai foto di gereja. Beda dengan kawinan Luvit yang mobilnya mogok hingga terpaksa ganti mobil, yang ini semua normal-normal aja!

Pagi-pagi kita ke Cengkareng, ke rumahnya Joice untuk breakfast ~~meminjam istilah, dan menjemput pengantin putri ke gereja untuk pemberkatan. Lalulintas normal. Pemberkatan berlangsung sesuai jadwal walapun ada pihak-pihak yang agak terlambat beberapa menit, dan karena khotbah agak kepanjangan.

Tapi ada kejadian yang bikin gw sebel. Walopun khotbah kepanjangan, gw tetep ga setuju kalo ibu pendeta gereja tersebut (bukan gueh) membunyikan lonceng yang tadinya dipake adrian kenceng-kenceng untuk memberi tanda kepada pendeta yang khotbah, which is happened.

Tanda-tanda kekacauan dimulai begitu kita nyampe gedung. Tau-tau aja ada orang yang maki-maki si Lorit, karena si Lorit mau ngatur tempat angpau dan meja penerima tamu. Kenapa mesti dimaki-maki, gw ga jelas bangeth…tapi cukup bikin naik darah, secara kita kenal itu orang samasekali, dan dia ga pernah muncul dalam hiruk-pikuk kesibukan persiapan sebelumnya.

Kenapa Lorit harus patuh sama dia? Sometimes, we dont understand the logic of orang Batak terutama kalo sedang ada pesta.

Kedua, apparently makanan habis. Entah kenapa begitu banyakkknya orang yang datang (dan apakah pada laper atau maruk?) sampe-sampe kita-kita (baca keluarga) engga kebagian makanan? Anyway, yang paling ngeselin di antara semuanya itu adalah: Satu, asap rokok yang luarrrrrr biasa memenuhi gedung yang panas dan hanya dilengkapi kipas angin. Dua, kita ga boleh minta aqua yang sedang beredar…dengan alasan untuk tamu-tamu duluan. Tetapiiiiiii, begitu kita beli sendiri, orang langsung pada mintaaaaaa semua, dan maksa kita beli-beli dan beli terussss sampe berkardus-kardus aqua gelas kita tebus dari warung. Habis itu perkara kue lapet juga jadi masalah, bikin gw dimarah-marahin sama semua orang. Yang satu maunya lapet dibagi rata, yang laen maunya diumpetin yang banyak, yang laen minta lapet-nya hanya untuk bagian par-anak doang atau par-boru doang (bagian penganten pria atau pengantin wanita)……halah…pokoknya seharian gw dimarahin, dimaki-maki sama berbagai-bagai orang yang gw kenal aja engga. Hiras paling bete waktu tau-tau bajunya dijambret orang terus disuruh beli rokok…..bayangkan???? Bener-bener deh….jangan heran kalo tensi mendadak naik…!!

3 Comments»

  marga_bush_syet wrote @

hahahha itu mah namanya sial. kesialan ito ga ada hubungannya dengan kawin sama orang batak. baca judulnya tadi penasaran kenapa yah jangan kawin sama orang batak hahah ga taunya cuma sial gitu doang.

  earlelvenour wrote @

Sedih membaca postingan anda.
Seakan akan Batak sudah menjadi musuh hidup anda.
Mungkin anda harus datang ke tempat tempat di mana orang Batak yang halus dan berpendidikan berada. Anda di Bandung bukan (SMA 3 pula) ? Seharusnya anda berpikiran luas.
Coba liat ke ITB, memang kami ada yang perokok dan suka bermain kartu. Tapi kami juga pintar dalam akademik ataupun retorika. Dan jelas kami sangat bangga menjadi orang Batak. Dan ingatlah, kalau Anda ditegur orang Batak (contohnya Saya) dan ternyata kita berhubungan keluarga (meskipun sangat jauh, spt sama marga) saya akan menyayangi dan melindungi anda seperti kakak saya sendiri.
Saya Batak, tidak kasar, tidak perokok, tidak berasal dan belum pernah ke Sumut, tidak bisa berbahasa Batak, tidak dari pulogadung, tidak gila hormat, tapi saya sangat suka dan bangga menunjukkan saya orang Batak
Dan saya jamin saya bisa menunjukkan ratusan orang yang demikian di Bandung khususnya di ITB

Cobalah buka pandangannya teh🙂

  Simanungkalit wrote @

saya kira setiap suku memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing ito, saya sungguh sangat terperangah membaca tulisan yang telah anda posting diatas. saya batak, saya juga pernah beberapa kali merasakan kepahitan yang di perbuat oleh teman-teman se suku saya, tapi tidak sedikit juga yang telah berbuat segudang kebaikan. kita juga harus sadari, bahwa kita orang batak masih sangat banyak kekurangannya.
akan sangat baik buat kita generasi muda dan penerus tetap melestarikan dan saling mengingatkan.saya sungguh terharu membaca kisah anda ( posting )

salam hangat dari batak perantau…………


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: