Kastil Langit #hadeuh

Sky Castle selesai. Episode 20nya sudah saya tonton. Saya terperangkap dalam magnet kepiawaian para pemainnya. Sungguhan. Ini salah satu drakor paling berkesan yang saya tonton (yang sebelumnya sangat berkesan adalah si  Goblin, sebelum itu lagi DalJa Spring, astaga).

Han Seo Jin atau Kwak Mi Hyang memang benar-benar menyebalkan. Ga perduli apa kata orang, ambisinya untuk to be #1 diantara ibu-ibu POMG, keinginannya untuk dipuji-puji karena anaknya pang-pinter-na benar-benar ditampilkan polos.  Suatu adegan menunjukkan bagaimana dia mendatangi sebuah resto, ibu-ibu lain sudah duduk duluan, lalu ia duduk di kepala meja, dengan tatapan angkuh dan di kepalanya terlintas adegan bagaimana ibu-ibu yang lain itu dulu menolak anaknya masuk kelompok belajar mereka.  Bagaimana dia berlagak sampai berlutut di depan teacher-Kim sampe nangis-nangis, padahal begitu keluar pintu, tatapan matanya begitu culas bah.  Betapapun anaknya marah-marah sama dia, berteriak dan ngomel, dia tabah aja. Kalo saya yang punya anak, beuh, mending ga usah sekolah daripada ga ngerti sopan santun macem begitu. Betapapun suaminya cuek setengah merendahkan sama dia, nyaman aja.  Kalau saya yang punya suami demikian, pasti sering ribut. Betapapun mertuanya pandang sinis sama dia, mau aja dia datang dan bahkan minta duit.  Kalau saya yang punya mertua macem demikian, mendingan gausah ketemu.  Dan betapapun dia diblackmail secara moral oleh HyeNa, dia cuma marah-marah aja, ga berani bertindak ekstrim. Disuguhi karakter demikian selama 16-17 episode lalu berubah menjadi karakter menye-menye, minta maaf, menyesal, berbaikan sama ortu, sayang anak, dll, saya yang nonton agak jetlag.

Suaminya si dr Kang adalah manusia ambisius yang ternyata hatinya lebih renyek dari rempeyek.  Mengetahui bahwa tutor anaknya LeeBin adalah ternyata anaknya kandung dari bekas pacar, hancur hatinya. Dia yang sok menolak si anak untuk immediate surgery. Dia yang pura-pura lupa sama Jeolla-do tempat dia pacaran sama ibu si anak. Kirain, dia benar-benar tangguh dalam perjuangannya mencapai posisi Direktur Rumkit. Ternyata tidak loh.

Anaknya yang cengeng, LeeSuh ternyata lebih tangguh daripada sekedar marah-marah dan ngamuk-ngamuk ga karuan seperti yang ditampilkan di awal cerita. Dia bisa menerima dikeluarkan dari sekolah, semua ujiannya dapat nilai nol, rugi bandar karena tutornya masuk penjara, ga jadi masuk universitas jalur pmdk, dan harus ikut program paket C. She is not that bad. Anak satunya lagi LeeBin yang meledak-ledak ternyata bisa kalem juga. So in a package, keluarga yang ini selamat dari cobaan. #eaaaa

Karakter SueLim si penulis yang berjiwa bebas juga digambarkan sangat kuat. Tabahnya dia dilecehkan si MiHyang temen sekolah masa kecilnya, diprotes oleh orang sekompleks, dikucilkan dari pergaulan karena memergoki LeeBin yang mencuri dari took, tidak mengurangi rasa hormat saya for her free spirit. Saya paling ga bisa terima saat ada adegan dia memohon-mohon sama MiHyang untuk jujur, dan adegan dia disumpahin sama teacher Kim yang psiko.

Keluarga Prof Cha juga digambarkan selamat dari cobaan. Di awal cerita sudah disebutkan betapa suksesnya si mamak berhasil membesarkan seorang anak gadis yang diterima di Harvard.  Lalu ketauan, bahwa itu semua kepalsuan.  Si anak tidak pernah diterima di Harvard samasekali, malah mendapatkan tuntutan dari universitas karena sok-sok tinggal di asrama dan ikut kuliah *padahal ga terdaftar. Sang ibu, walaupun pedih, namun cukup bijak untuk merangkul si anak, bukan marah-marah. Berdua malah mereka belanja-belanja *aduh itu si ibu, pake jins ketat dan jaket kulit ketjenya minta ampyun.  Si ibu ketje ini juga berani “meninggalkan” suaminya yang otoriter, demi memperjuangkan kedua anak kembar nya supaya tidak tertekan. Dari mengubah dekorasi kamar belajar, “membuang” si suami ke luar rumah karena: the-cold-weather-will-give-him-some-sense, memberikan si suami makan ramen tiap hari *emang bawel banget nih suami, uang belanja aja dijatah, kartu kredit dipotong, ngeselin. Ujung-ujungnya, he can’t live without his family. Yaeyalah.

Keluarga dokter yang satu lagi lumayan mengisi ruang-ruang kosong.  Setiap sebel sama si tutor psiko, pasti terhibur kalau Jinjin muncul di layar.  Satu, cuantiknya nek, luarbiasa.  Kedua, she is actually a very free spirit yang “asbun”. Whatever in her mind, she can’t hid it but tell people about it. Gw suka tipe-tipe manusia kayak begini. Karena buat gw sebenernya mereka yang jujur dan apa adanya. Nothing and not much to hide. Yang gw paling kagum dengan keberadaan mereka adalah, ya gimana caranya mereka casting, tapi dokter Woo dengan anak laki-lakinya, kemiripannya mencapai 98%. Kayak beneran bapak dan anak.

But the moral story is indeed very good. #jangan bangga kalau keberhasilan adalah akibat nyontek.  #gausah terlalu bangga kalau mencapai puncak dengan menginjak kanan dan kiri.  #pencapaian luar biasa ga ada apa-apanya kalau keluarga rusak. Sang tutor luarbiasa ternyata bukan luar biasa karena pinter ngajar — dia modal nyontek, dan sebenarnya sirik abis melihat anak-anak orang lain pinter-pinter sementara anaknya harus terkurung di kamar karena otaknya mengalami kerusakan akibat kecelakaan. Kenapa celaka? Lhah diye juga yang nyuruh orang ngerusak rem mobil suaminya, suaminya dead anaknya koma, yang salah siapa? Masih untung polisi tidak mendapatkan bukti-bukti langsung bahwa dia yang mengutak-atik si rem, kalau iya? Memang karma kadang suka nunggu juga ternyata. Tapi ambisi nya dia yang melampaui batas-batas langit itu membuat dia tidak sanggup menerima kenyataan dan hanya bertujuan untuk “merusak” anak-anak pinter lainnya.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

Blog at WordPress.com.

Up ↑

%d bloggers like this: