Softly & Slowly

A fast-mover who successfully do her things slowly!

Love Covers All

Saya akan berbicara mengenai cinta. I know this is not usual of me. Also, saya ga akan mengganti kata cinta dengan kasih though the meaning maybe quite similar. I will use that magic word. Cinta. Cinta yang bukan jodohnya Rangga.

Paulus menuliskan suatu definisi cinta yang sangat berkesan di hati saya. Most people know but perhaps find it hard to understand. Love covers all. Cinta menutupi segala sesuatu. Segala sesuatu? Mengapa harus segala sesuatu?

Di Negara ini ga ada salju. Tapi ada hujan debu. Hujan debu pertama yang saya alami ketika gunung Galunggung meletus sekitar tahun 1980an. Saya masih duduk di kelas 4 SD. Pagi hari jam 6, tidak ada matahari yang biasanya menyeruak melalui awal dan memaksa menggeliat menerangi permukaan bumi. Saya diantar Daddy ke sekolah dalam mobil yang lampunya dinyalakan. Semua mobil di jalan raya menyalakan lampu. Rasanya matahari enggan terbit, atau sedang ngambek. Setelah jam 11 siang, barulah cahaya matahari berhasil mendaulat kembali kekuasaannya yang dikudeta oleh hujan debu. Saat saya berjalan keluar kelas, semua permukaan yang terbuka, halaman sekolah, tanah, rumput, tanaman, pohon, bak pasir, atap rumah, atap sekolah, atap mobil semua diliputi oleh selapis debu. Seakan-akan dunia ini pernah ditinggalkan oleh penghuninya untuk liburan ke luar galaxy dan tidak ada mbak yang bertugas bersih-bersih. Selama beberapa minggu hujan debu terus datang. Mobil yang sudah dicuci bersih, kembali diliputi debu. Lantai yang sudah disapu kembali diliputi debu, permukaan jendela yang sudah dilap kembali dilapisi debu. Semua berdebu. Jaman tahun segitu, masker penutup hidung yang sekarang sangat ngetrend berbagai gambar *saya pernah liat ada yang seperti muka spongebob lagi ketawa lebar, males banget ngeliat wajah pemakai-nya, belum heits. Entah berapa banyak debu pernah terhirup ke dalam paru-paru. Air untuk mengepel selalu keruh dan hitam.

Kalau debu itu cinta, itu mendefinisikan LOVE COVERS ALL. Cinta menutupi segala sesuatu. Debu gunung berapi itu tidak memilih menutupi, meliputi atau melapisi apa. Beberapa waktu kemarin saya berkunjung ke daerah Gunung Sinabung, sebuah gunung berapi yang juga sedang batuk-batuk. Kebun jeruk, kebun kentang, kebun bawang, kebun sayur seeeeemmmmuuuaaa tertutup debu. Sampai-sampai petaninya kecil hati merasa hasil panen nya tidak akan bagus.

Kebun yang diliputi debu gunung berapi samasekali engga keren. Apa bagusnya? Bikin stress. Coba kalau debu gunung berapi itu salju. Semua permukaan putih, putih dan putih, lalu orang foto-foto. Keren.😛

Baik debu gunung berapi, baik salju, untuk saya mendefinisikan dengan baik Cinta Menutupi Segala Sesuatu. Now come the question, apakah cinta that you have do covers all? In this term, covers the good and bad of people you are cares about or people surround you? If they nice to you, your love covers them with warmness and when they hurt you, your love cover them with the same warmness too. Or, your love only cover them with warmness when they are nice, or nice enough. When they do something you don’t agree too, it is not warm anymore, but bitter and cold?

It is easy to be nice to someone that nice to you. But I learned in my life, the nice ones stabbed my back and arranged conspiration to take me down. The nice one partying when they know I am not in my best shape.

The big question here is, do your love is the kind of love that covers all. Small mistakes, big mistakes. Small hurt, big hurt. Small attention, big attention. Small caring, big caring. Love just covers all.

Cinta menutupi segala sesuatu. Bukan hanya kesalahan-kesalahan kecil yang mudah dimaafkan. Bukan hanya keterlambatan ke pertemuan, atau kehabisan batere sehingga tidak bisa berkomunikasi. Bukan hanya air yang tumpah atau piring yang pecah. Tapi juga kesalahan-kesalahan besar yang berakibat kepada kehidupan. Luka-luka batin yang terbuka dan menggangga karena pemaksaan pendapat dan kata-kata yang kasar atau menyakitkan.  Hati yang tawar karena pilih kasih. Uang yang dipinjam dan tidak kembali. Kasih yang diberikan dan tidak berbalas. Perhatian yang diberikan dan tidak berbalas. Mungkinkah cinta saja menutupi-nya?

 

No comments yet»

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: