Softly & Slowly

A fast-mover who successfully do her things slowly!

Hadiah

Saya suka diberi hadiah. Sungguh. Tapi saya tidak sering menerima hadiah.

Waktu saya masih kecil, saya pikir hadiah paling cool adalah sekotak krayon, atau pinsil atau spidol warna-warni. Setiap saya berulang tahun saya mengharapkan hadiah tersebut. Pernah dapat? Tidak. Lebih sering saya dapat boneka. Saya suka juga boneka. But I think, crayon is more cool.

Menginjak dewasa, saya pikir hadiah paling menyenangkan adalah sebuket bunga. Jadi, setiap saya berulang tahun, saya mengharapkan ada yang kirim. Adakah? Ga ada. Sekali-kalinya saya terima bunga, adalah dari pacar yang sekarang jadi suami. Itupun saya ditanya, minta kado apa? Saya jawab, bunga.

Walaupun hampir tidak pernah terima kado ulang tahun, tapi saya hampir selalu ngarep. Aneh juga. Ada banyak cara saya menerima hadiah.  Sebagai oleh-oleh dari orang yang berpergian, saat ulang tahun, atau ucapan terimakasih. Kalau hadiah undian termasuk ga ya?

Saya tidak matre. Saya tidak menilai hadiah dari harganya.

Banyak orang yang menyangka sebagai pasangan seorang rohaniwan saya menerima banyak hadiah dan uang dari orang yang pernah kami layani. Saya bisa bilang, tidak. Saya termasuk tidak suka menerima uang. Antara merasa seperti seorang porter yang diberi tip atau seperti bayaran atas jasa yang tidak saya charge. Saya mengajar les piano dan biola. Tapi, sejak saya pertama menerima honorarium les, saya selalu merasa beban kalau uang itu saya terima padahal si murid ga bisa-bisa. Si murid boleh jadi ga bisa-bisa karena memang malas latihan, tapi saya tetap feeling guilty. Nah. Aneh  memang. Itulah saya satu alasan saya tidak fokus menjadikan les musik sebagai mata pencaharian utama saya.

Percaya atau tidak, saya ternyata paling senang dikasih kue atau makanan. Sebentuk atau seloyang marble cake atau bolu gulung cukup membuat hati saya gembira dan boost mood saya. Apalagi sepiring naniura, mungkin efeknya lebih dashyat. Apa karena kue bisa saya bagi-bagi kepada orang lain lagi ya karena ada pepatah, lebih berbahagia berbagi daripada makan sendiri? Percaya tidak percaya, saya masih ingat siapa saja yang pernah menghadiahi saya kue atau makanan. Coklat termasuk di dalam kategori ini walaupun saya lebih sering menerimanya sebagai oleh-oleh. Paling tidak saya diingat pas di duty free sudah cukup menyenangkan🙂

Saya pernah diberi hadiah sepotong selendang dan sepotong pashmina oleh mantan bos saya. Sampai sekarang masih saya simpan. Satu, sebagai kenang–kenangan. Kedua, memang saya suka pashmina. Agak rempong kalau hadiahnya baju. Beberapa kali saya menerima baju atau batik sarimbit. Saya pakai sekali hanya untuk menghargai pemberinya. Masalahnya, kadang ukurannya kurang pas *entah saya keliatannya lebih kurus dari ukuran XL yang sebenarnya, atau model bajunya bikin saya merasa seperti alien. Teman-teman kantor pernah menghadiahi saya box/tempat tidur bayi waktu anak saya lahir. Wah, itu luar  biasa. Memang butuh banget. Beberapa kali saya menerima hadiah buku. Saya oke-oke aja, buku masih bisa saya simpan dan baca ulang. Saya pernah menerima hadiah voucher spa. Rasanya seperti dapet lotre, karena mustahil saya akan membuang sejuta rupiah sekedar untuk massage dan lulur. Pengalaman memasuki spa elite itu lebih menarik daripada hasil pijatnya. Untuk saya, pijat harga 35ribu sama rasanya. Ada yang pernah kasih hadiah parfum, mungkin itu termasuk pemberian yang mahal. Pernah juga hadiahnya puisi. Hahaha. Kesannya romantis banget.

Semua hadiah yang personal itu rasa hargai. Saya menerimanya dengan senang dan bahagia. Apalagi hadiah ucapan terimakasih. Saya tidak akan lupa dan saya revisit setiap kali saya merasa stuck  dengan cobaan hidup *ewh. Terhibur mengetahui ada orang-orang yang perduli kepada saya.

1 Comment»

  bisot wrote @

🙂 kalau hadiah sebuah komentar kak? after all suka aja baca tulisan yang mengalir seperti tulisan-tulisan kakak, banyak hikmah yang saya tarik dari cerita2nya. Terima kasih.


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: